percaya kah, jika kita menanam kebaikan, pasti menuai kebaikan? bagaimana tidak, ibaratnya kita menanam padi, masa yang tumbuh buah kesemek? gak dong..... sebenarnya enggak susah jadi orang baik, dan enggak susah untuk berbuat baik. itu semua pilihan. tergantung bagaimana kita nya. ada sedikit cerita.
"Ada seorang perempuan jalang yang sehari-harinya sering memuaskan pria-pria. dia sudah sering dihujat masyarakat sekitar. karena kelakuannya yang buruk, dan menganggu ketentraman. umurnya masih muda. tetapi ia menjadi wanita jalang, karena memang dia ingin mencari uang. lalu ia memilih jalan tersebut, sebagai mata pencahariannya. suatu ketika, di siang hari, ia sedang kehausan. cuaca sangat panas. ia begitu kehausan. sampai akhirnya ia membeli segelas air minum. namun, setelah ia membelinya, tergeletak seekor anjing yang sama nasibnya dengan dia. anjing itu terlihat begitu kehausan. akhirnya perempuan itu memilih untuk memberikan minum yang baru saja ia beli, untuk diminumkan ke anjing yang sedang kahuasan. setelah minum itu habis karena ditenggak oleh si anjing, tak lama kemudian, perempuan itu jatuh, dan meninggal. dan konon katanya, perempuan itu meninggalkan dunia, dan menuju ke surga."
bingung dengan ceritanya? kenapa perempuan itu masuk surga? sedangkan kerjaannya dia hanya memuaskan pria-pria, dan melakukan maksiat. mati, hidup, ditangan Tuhan. hanya Tuhan yang tau, kapan kita akan dicabut nyawa nya. namun yang menentukan, akan mati dengan keadaan yang baik atau buruk, adalah diri kita sendiri. waktu, tempat, dan cara kita meninggalkan dunia ini, kita yang memilih. tetapi waktu, sudah ditentukan Tuhan. maka dari itu, Tuhan selalu memerintah umatNya untuk selalu berbuat benar, berbuat baik. karena Tuhan pasti menginginkan umatNya yang Ia sayangi, mati dengan kebaikan, dan menuju ke surga.
disakiti, dikecewakan, diacuhkan, dikhianati, dihancurkan, itu semua orang mengalami. pasti mengalami. tapi apakah sebuah keharusan, kita menanggapi semua itu dengan cara memaki, bersumpah serapah, berbuat kejahatan, berbuat maksiat? Tuhan memberikan ujian, untuk dilalui dengan nilai yang bagus, bukan nilai yang jelek. sudahlah..... hidup ini tidak selamanya, masbro, mbaksist..... sudah cukup bermain-mainnya, sudah cukup mencoba ini, itu. sekarang saatnya berpikir dewasa. pilih kebaikan. sesekali buruk juga gapape, tapi jgn sering2 amat. kali-kali bosen jadi jihan fahira (tiap main sinetron, jadi orang baik mulu, nangis, ditindes, caaah tindes). tapi dengan resiko, manatau Tuhan akan mencabut nyawa kita, dikala kita sedang bosan dengan yang baik-baik, lalu mencoba yang buruk. kembali lagi, semua itu "pilihan" dan hanya kita yang bisa memilih. dengan menanam kebaikan, pasti akan menghasilkan kebaikan juga.
semua itu "pilihan" dan hanya kita yang bisa memilih.
ReplyDeletelove it :)
thank you :D
ReplyDelete